Minggu, 15 Januari 2012

Obat Antihistamin Dan Antialergi

Obat Antihistamin Dan Antialergi


Histamin terbentuk di dalam jaringan tubuh manusia akibat reaksi dekarboksilasi asam amino histidin oleh enzim histidin dekarboksilase. Selain itu, histamin juga dapat terbentuk karena pengaruh sinar matahari, khususnya sinar UV.
Histamin terdapat di dalam semua organ dan jaringan tubuh, terutama di kulit, paru, usus halus, dan di dalam mast cell. Fungsi histamin di dalam tubuh masih belum jelas, tetapi akan menimbulkan efek jika berinteraksi dengan dua macam reseptor yang spesifik, yaitu reseptor H‑1 dan reseptor H‑2.
Histamin terbentuk di dalam jaringan tubuh manusia akibat reaksi dekarboksilasi asam amino histidin oleh enzim histidin dekarboksilase. Selain itu, histamin juga dapat terbentuk karena pengaruh sinar matahari, khususnya sinar UV.
Histamin terdapat di dalam semua organ dan jaringan tubuh, terutama di kulit, paru, usus halus, dan di dalam mast cell. Fungsi histamin di dalam tubuh masih belum jelas, tetapi akan menimbulkan efek jika berinteraksi dengan dua macam reseptor yang spesifik, yaitu reseptor H‑1 dan reseptor H‑2.
Dalam keadaan normal, kadar histamin dalam darah kecil sekali (hanya 50 γ per liter) sehingga tidak akan menimbulkan efek apa‑apa. Histamin yang berlebih akan diuraikan oleh enzim histaminase yang terdapat di dalam ginjal, paru, selaput lendir usus, dan jaringan tubuh lainnya
Interaksi histamin dengan reseptor H‑2 akan menimbulkan efek yang mempengaruhi sekresi getah lambung, dan juga tekanan darah. Sedangkan interaksi histamin dengan reseptor H‑1 dan H‑2, akan menimbulkan efek antara lain pada :
· Sistem kardiovaskuler
Histamin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah arteri dan vena, tetapi juga menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah kapiler, sehingga. menyebabkan penurunan tekanan darah perifer. Dan karena sirkulasi darah tidak sempurna, diuresis akan dihalangi. Selain itu, permeabilitas kapiler menjadi lebih tinggi, sehingga cairan dan protein plasma mengalir keluar dari sel, yang mengakibatkan terjadi edema.
· Otot polos
Histamin menyebabkan kontraksi otot polos uterus dan saluran cerna, sehingga menimbulkan rasa sakit, dan menyebabkan muntah‑muntah serta diare. Sebagai akibat kontraksi otot polos bronki, napas menjadi sesak atau timbul serangan asma.
· Kelenjar eksokrin
Histamin yang bereaksi dengan reseptor H‑2, akan menyebabkan peningkatan sekresi getah lambung yang banyak mengandung asam dan pepsin.
· Kelenjar endokrin
Kadar histamin yang tinggi dalam darah, akan merangsang sekresi katekolamin dari adrenal medulla.
· Kulit
Pada ujung saraf di kulit, efek histamin menimbulkan rasa gatal di samping efek lain, sebagai akibat dari dilatasi pembuluh kapiler dan peningkatan permeabilitas dindingnya.
Pada reaksi alergi, terjadi reaksi antara antigen dengan antibodi yang mengakibatkan histamin yang berada di antara sel‑sel dan dalam keadaan tidak aktif, menjadi bebas dan aktif. Dengan demikian, kadar histamin dalam darah naik secara mendadak, yang mengakibatkan timbulnya efek-efek pada organ tubuh seperti diuraikan di atas.
Obat antihistaminika merupakan obat yang dapat mencegah efek histamin, melalui cara berinteraksi dengan reseptor H‑1 dan H‑2. Berdasarkan antagonis reseptornya, obat antihistaminika dapat dibagi ke dalam dua golongan yaitu :
· Antagonis reseptor H‑1
Golongan ini dibagi lagi berdasarkan rumus bangun kimianya, yaitu:
- Senyawa Etanolamin; antara lain Difenhidrain, Karbinoksamin, dan Doksilamin.
- Senyawa Etilendiamin; antara lain Antazolin, Pirilamin, dan Tripelenamin.
- Senyawa Alkilamin; antara lain Fenirarnin, Klorfeniramin, Bromfeniramin, dan Deksklorfeniramin.
- Senyawa Siklizin; antara lain Siklizin, Klorsiklizin, dan Homoklorsiklizin.
- Senyawa Fenotiazin; antara lain Prometazin, Metdilazin, dan Oksomemazin.
- Senyawa lain‑lain; yaitu Dimetinden, Mebhidrolin, dan Astemizol.
· Antagonis reseptor H-2
Yang termasuk golongan ini ialah obat‑obat Antihistamin yang melawan efek histamin pada sekresi getah lambung. Yang niula‑mula digunakan, Burinamid dan kemudian Metiamid yang mempunyai efek samping agranulositosis. Dan pada waktu ini, yang banyak digunakan antara. lain Simetidin, Ranitidin, dan Famotidin.
Obat Antihistamin yang terdapat dalam Daftar Obat Wajib Apotek No. 1 ialah yang mengandung Mebhidrolin, Feniramin hidrogen maleat, dan Deksklorfeniramin maleat. Sedangkan yang terdapat dalam Daftar Obat Wajib Apotek No. 2 ialah Karbinoksamin.

a. Mebhidrolin
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Hipertropi prostat, glaukoma, dan serangan asma
Efek samping: Mengantuk, tremor, mulut kering, lelah, dan reaksi hipersensitif pada kulit.
Interaksi: Obat depresan sistem saraf pusat, alkohol, dan obat golongan antikolinergik akan meningkatkan daya kerjanya.
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Biolergy (Konimex) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Bufalergy (Bufa Aneka) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Histapan (Sanbe) Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Incidal (Bayer) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Incitin (Bemofarm) Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Interhistin (New Interbat) Kapsul/Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat
Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.

b. Feniramin Hidrogen Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Hipertropi prostat, glaukoma, wanita hamil dan menyusui
Efek samping: Mengantuk, gangguan saluran cerna, jika dosis besar dapat menimbulkan halusinasi, dan agitasi pada anak kecil
Interaksi: Obat penenang, hipnotika dan alkohol, akan memperkuat efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Avil (Hoechst) Tablet Avil, mengandung 25 mg sebagai
Feniramin hidrogen maleat
Tablet Avil Retard, mengandung 50 mg
sebagai Feniramin hidrogen maleat
Bernohist (Bernofarm) Tablet, mengandung 50 mg sebagai
Feniramin hidrogen maleat
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet biasa atau 3 tablet lepas lambat.

c. Dimetinden Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Menjalankan mesin atau kendaraan bermotor
Efek samping: Sedasi
Interaksi: Obat hipnotika, sedativa dan alkohol, akan memperkuat efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Fenistil (Ciba) Tablet, mengandung 25 mg sebagai Dimetinden maleat.
Obat tetes, tiap ml mengandung 1 mg sebagai Dimetinden maleat.
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.

d. Astemizol
Indikasi: Antihistamin/Alergi.
Kontraindikasi: Hati‑hati pada wanita hamil
Efek samping: Nafsu makan bertambah, berat badan bertambah, dan sedikit sedatif.
Obat yang tersedia :
Merek dagang Kandungan obat
Hisminal (Janssen) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Hispral (Prafa) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Astemizol 5 mg.
Lapihis (Lapi) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Scantihis (Tempo Scan Pacific) Tablet, mengandung Astemiizol 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Astemizol 5 mg
Sines (Guardian Pharm) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg
Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet

e. Oksomemazin
Interaksi: Alkohol akan memperkuat efeknya.
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Menjalankan mesin dan mengemudikan kendaraan bermotor
Efek samping: Mengantuk, mual, muntah, diare atau konstipasi, sakit kepala, dan mungkin juga penglihatan kabur.
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Doxergan (Rhone‑Poulenc) Tablet, mengandung Oksomemazin 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Oksomemazin 5 mg
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet

f. Homoklorsiklizin
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Serangan asma akut dan tidak digunakan pada bayi. Selain itu hati‑hati pada penderita glaukoma dan hipertropi prostat.
Efek samping: Mengantuk, sedatif, gangguan saluran cerna, mulut kering, penglihatan kabur, dan reaksi alergi.
Interaksi: Obat depresan sistem saraf pusat, antikolinergik dan alkohol, akan memperkuat efeknya.
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Homoclomin (Eisai) Tablet, mengandung Homoklorsiklizin HCI 10 mg
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet

g. Deksklorfeniramin Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Serangan asma akut dan tidak digunakan pada bayi
Efek samping: Mengantuk, urtikaria, shok anafilaktik, fotosensitif, mulut kering, dan gangguan saluran cema.
Interaksi: Alkohol, obat depresan golongan trisiklik, barbiturat, dan depresan sistem saraf pusat, akan memperkuat efek sedatif. Dan obat golongan MAO inhibitor, akan memperkuat dan memperpanjang efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Bufaramin (Bufa Aneka) Kapsul, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin maleat.
Polamec (Mecosin) Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin maleat.
Sirop, tiap 5 ml mengandung 2 mg sebagai deksklorfeniramin maleat
Polaramine (Schering) Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin maleat.
Sirop, tiap 5 ml mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin maleat.
Polarist (Bemofarm) Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin maleat.
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.

h. Karbinoksamin
Indikasi: Antihistamin/Alergi.
Kontraindikasi: Menjalankan mesin dan mengemudikan kendaraan bermotor
Efek samping: Mengantuk dan gangguan saluran cerna.
Interaksi: Obat golongan barbiturat, depresan sistem saraf pusat, dan alkohol, akan memperkuat efek sedatifnya.
Obat yang tersedia:
Karbinoksarnin terdapat dalam campuran, untuk rhinitis akut, sinusitis vasomotor dan alergi rhinitis, dan demam karena alergi. Selain itu juga digunakan dalam carnpuran obat batuk
Merek dagang Kandungan obat
Nasopront (Heroic) Kapsul, mengandung Karbinoksamin maleat 1 mg dan Fenilefrin HCl 20 mg
Rhinopront (Mack) Kapsul, mengandung Karbinoksamin maleat 4 mg dan Fenilefrin HCI 20 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Karbinoksamin maleat 4 mg dan Fenilpropanolamin HCl 20 mg.
Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 10 tablet/kapsul

Ditulis Oleh : arimjie blog ~Arimjie Blog~ share about what I know

icon-kecil Artikel Obat Antihistamin Dan Antialergi ini diposting oleh arimjie blog pada hari Minggu, 15 Januari 2012. Anda bisa menemukan artikel Obat Antihistamin Dan Antialergi ini dengan url http://arimjie.blogspot.com/2012/01/obat-antihistamin-dan-antialergi.html, Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Obat Antihistamin Dan Antialergi ini sangat bermanfaat, namun jangan lupa untuk meletakkan link Obat Antihistamin Dan Antialergi sebagai sumbernya.

..:: Terimakasih::..

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



1 comments:

  1. postingan ini sangat menarik serta enak di baca tentang obat anti histamin dan anti alergi.... saya berharap bisa berkunjung lagi

    BalasHapus

Mohon Berkomentarlah dengan Baik dan Sopan, tanpa harus memasang link hidup. Trims

 

Selamat Datang

Selamat datang di Arimjie Blog, saya harap anda senang berada diblog sederhana ini. Blog ini saya tulis apa adanya, ada yang muncul dari hasil pemikiran sendiri ada juga dari materi kuliah, hasil copas (tentunya diedit dulu..hehe..

Sekilas tentang Arimjie Blog

Logo di samping itu punya makna tersendiri buat saya, dan saya jadikan logo dari blog ini. Ceritanya panjang yang jelasnya berhubungan sama seseorang ..:) Oppss.. Nama lengkap saya Abd.Karim biasanya disapa Arim ato Aim saya membuat blog ini karena ingin berbagi ma teman-teman, sekaligus eksis di dunia blogger and dunia maya tentunya :p

Navigasi

Info